Bagaimana Postur Mempengaruhi Bagaimana Kita Berpikir dan Merasa

Kita membungkuk ketika kita sedih, membengkokkan leher kita saat tertekan, duduk tegak saat termotivasi, dan berjalan dengan dada ketika kita percaya diri. Tapi terkadang, sebaliknya.

Penelitian membuktikan bahwa postur tubuh mempengaruhi suasana hati seseorang. Membungkuk bisa membuat kita sedih, dan menundukkan leher kita juga bisa membuat kita depresi. Tapi itu berlaku juga untuk postur yang baik. Duduk tegak bisa membuat kita merasa lebih positif.

Hubungan antara emosi dan pemikiran kita dan tubuh kita disebut kognisi yang terkandung. Ini adalah cara berpikir yang menekankan bagaimana gerakan fisik kita memengaruhi cara kita berpikir dan merasakan, dan sebaliknya. Berikut adalah area utama yang mempengaruhi postur tubuh.

Bagaimana Postur Mempengaruhi Bagaimana Kita Berpikir dan Merasa


1. Opini
Sebuah studi tahun 2003 di Ohio State University menyimpulkan bahwa tindakan fisik dapat memengaruhi pendapat kita tentang suatu masalah tanpa kita sadari. Mengangguk untuk menunjukkan persetujuan dan menggelengkan kepala untuk menunjukkan ketidaksetujuan mempengaruhi apa yang mereka pikirkan. Orang-orang yang mengangguk ketika menyampaikan pendapat merasa lebih percaya diri tentang apa yang mereka pikirkan dibandingkan dengan orang-orang yang menggelengkan kepala.

2. Suasana hati
Penelitian yang sama di Ohio juga membuktikan bahwa cinta diri mengurangi rasa sakit fisik — setidaknya, memeluk diri sendiri. Ini mungkin trik yang bermanfaat bagi orang yang merasakan sakit punggung setelah seharian bekerja, duduk di kursi kantor yang tidak terlalu nyaman.

Ilmuwan perilaku Erik Peper dari Belanda juga membuat poin untuk memaksa siswa di kelasnya untuk melakukan beberapa peregangan karena menempatkan mereka dalam disposisi yang lebih positif. Selain mengubah suasana hati kita, postur tubuh juga memengaruhi daya ingat kita. Duduk tegak membantu mengingat kenangan indah, menurut percobaan.

3. Keyakinan
Penelitian lain yang diterbitkan dalam European Journal of Social Psychology pada tahun 2009, total 71 siswa dibuat untuk duduk tegak atau bungkuk dan menghadap ke bawah. Mereka diminta untuk membuat daftar tiga sifat pribadi yang menurut mereka penting untuk bahagia dengan pekerjaan dan berkinerja baik sambil duduk dengan postur yang ditugaskan kepada mereka. Mereka diminta untuk menilai diri masa depan yang dibayangkan berdasarkan sifat-sifat itu.

Studi ini menemukan korelasi antara postur tubuh yang ditugaskan dan sifat-sifat yang mereka daftarkan. Para siswa yang duduk tegak lebih percaya diri tentang sifat-sifat mereka sementara para siswa yang bungkuk tidak percaya pada kemampuan mereka untuk melahirkan.

Mengembangkan Postur Baik
Membentuk kebiasaan yang baik seperti duduk tegak dan berjalan dengan dada mungkin sulit pada awalnya, terutama bagi orang-orang yang terbiasa berjalan seperti manusia gua, tetapi ada cara konkret untuk mengembangkannya.

Latihan - Peregangan lembut sangat penting untuk mematahkan gaya hidup yang monoton di kantor. Melakukan beberapa latihan di kursi yoga di tempat kerja juga bermanfaat. Memiliki rutinitas harian membantu otot-otot Anda dalam jangka panjang, supaya otot-otot itu tidak terbiasa berada di satu posisi untuk waktu yang lama.

Alat pendukung postur - Sementara banyak yang memikirkan sabuk punggung saat mereka memikirkan hal ini, sabuk punggung lebih cocok untuk orang yang pekerjaannya melibatkan mengangkat atau membawa barang-barang berat. Untuk pekerja kantor biasa, ada kursi untuk dukungan postur yang dapat membantu mempertahankan postur yang baik.

Berlatih - Berlatih laporan proyek, atau pitch dengan postur yang baik tidak hanya membantu Anda mempersiapkan hal yang sebenarnya tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri Anda sebelum presentasi yang sebenarnya.

Postur biasanya ditekankan dalam konteks ergonomi tetapi menjaga kesehatan emosional kita sama pentingnya dengan menjadi produktif di tempat kerja. Bagaimanapun, produktivitas kita sangat dipengaruhi oleh apa yang kita rasakan. Ini tidak selalu hari kerja yang baik. Tetapi duduk tegak dapat membuat perbedaan.

0 komentar